Kamis, 19 Juni 2008

MAAG DI DUNIA PARAMEDIS DIKENAL DENGAN DYSPEPTIA
Jika tidak ditangani dengan benar, gangguan mag bisa menjadi kronis. Dengan teknik yang benar, masa pensiun obat mag bisa lebih dipercepat.

Setelah melewati kerongkongan, semua makanan transit di lambung. Di sini bahan-bahan makanan tersebut dicerna agar bisa diserap oleh tubuh. Pada proses ini, lambung mengeluarkan cairan asam klorida (yang sering disebut sebagai asam lambung) untuk membantu kerja enzim-enzim pencernaan. Dengan bantuan asam ini, enzim pencerna protein bisa bekerja dengan baik. Selain itu, asam lambung juga berfungsi sebagai benteng pertahanan, karena kebanyakan bakteri yang terbawa di dalam makanan tidak tahan hidup dalam suasana asam. Dengan begitu, para penyusup ini tidak sampai di usus.

Masalah bisa timbul jika produksi asam lambung meningkat melebihi kebutuhan, misalnya karena pola makan yang salah, stres berkepanjangan, atau akibat obat-obatan tertentu. Kondisi yang terlalu asam menyebabkan dinding lambung mengalami iritasi. Karena gangguan mag bermula dari sini, maka obat-obat mag pada umumnya bekerja dengan cara mempengaruhi asam lambung. Dua golongan paling penting adalah penetral asam (antasid) dan penghambat produksi asam lambung. Dari dua golongan ini, hampir semua obat mag yang dijual bebas adalah golongan antasid. Sebut saja Promag, Madrox, Mylanta, Waisan, Plantacid, Gelusil, dan merek-merek lain yang Anda jumpai iklannya di televisi.

Antasid, Cepat dan Sesaat
Jika Anda menemukan komposisi aluminium atau magnesium, sebagai hidroksida atau trisilikat di bungkus obat, maka itu adalah contoh golongan antasid. Obat-obat ini bekerja dengan cara mengikat gugus asam dari cairan lambung. Antasid magnesium dan aluminium merupakan dua serangkai yang biasanya ada di dalam satu sediaan. Keduanya selalu dikombinasikan karena magnesium tunggal punya efek samping diare, sementara aluminium tunggal punya efek samping konstipasi (sembelit). Dengan mengombinasikan keduanya, efek samping tersebut bisa dihindari. Begitu ditelan, antasid bereaksi dengan cepat. Karena itu, obat golongan ini cocok untuk mengatasi serangan mag yang sering datang secara tak terduga. Namun karena waktu kerjanya singkat, antasid tidak cocok untuk sakit mag yang telah menjadi kronis. Di banyak produk obat mag, antasid juga sering dikombinasikan dengan simetikon (dimetil polisiloksan). Yang disebut terakhir ini bukanlah penetral asam, melainkan bahan yang digunakan untuk menyerap kelebihan gas di saluran cerna. Simetikon digunakan di dalam pengobatan sakit mag karena pada umumnya gangguan lambung diikuti dengan gejala salah cerna.

Cara Minum yang Tepat
Karena fungsinya menetralkan asam klorida, obat golongan antasid sebaiknya diminum pada saat lambung tidak berisi makanan. Waktu yang tepat adalah satu jam sebelum atau dua jam sesudah makan. Pemilihan waktu ini didasarkan pada alasan efektivitas kerja. Jika obat diminum pada saat lambung terisi makanan, maka fungsi antasidnya menjadi tidak berguna. Lebih dari itu, pada saat lambung berisi protein, asam lambung tidak boleh diganggu gugat karena ia dibutuhkan oleh enzim cerna dalam menjalankan tugasnya. Jika tidak dicerna dengan baik, protein bisa terurai menghasilkan gas. Inilah yang menyebabkan timbulnya rasa penuh di perut. Keadaan ini bisa semakin parah jika makanan yang masuk lambung kaya akan protein.

Penghalang Produksi Asam Lambung
Di Indonesia, obat golongan ini masih termasuk obat keras yang hanya boleh didapat dengan resep dokter. Ada dua golongan utama di kelompok ini, yaitu yang dikenal sebagai H2 blocker dan proton-pump inhibitor. Contoh H2 blocker antara lain simetidin, famotidin, dan ranitidin. Obat-obat ini bekerja dengan cara memblokir histamin. Histamin sendiri adalah senyawa kimia dalam tubuh yang memicu produksi asam lambung. Adapun golongan kedua, proton-pump inhibitor, bekerja dengan cara menghalangi pompa proton. Pompa proton sendiri adalah “mata air” yang memproduksi asam lambung. Contoh obat golongan ini adalah omeprazol. Dua golongan obat mag ini punya waktu kerja lebih lama dibandingkan antasid. Dokter biasanya meresepkan untuk mengatasi gangguan mag kronis yang tidak lagi bisa diatasi dengan antasid saja.

Bukan untuk Jangka Panjang
Banyak orang menganggap gangguan mag bukan sesuatu yang perlu ditangani secara serius. Telan obat, habis perkara. Begitu alasannya. Perkara besok kambuh lagi, itu urusan belakang. Akibatnya, gangguan mag sering kali menjadi kronis dan akhirnya penderita tidak bisa melepaskan diri dari obat-obatan. Padahal obat mag tidak dianjurkan untuk dikonsumsi lebih dari dua minggu. Setidaknya ada dua alasan mengapa penderita gangguan mag tidak boleh mengandalkan diri pada obat. Alasan pertama, jika antasid dibiasakan terus-menerus, maka beban kerja ginjal sebagai organ eliminasi menjadi semakin berat. Alasan kedua, antasid tidak bisa menyembuhkan gangguan mag dari hulunya. Itu berarti, penyembuhan harus dimulai dari pola makan dan pola hidup. Semakin lama sakit mag dibiarkan, semakin besar kemungkinan dinding lambung terinfeksi kuman Helicobacter pylori. Bakteri ini adalah bakteri kelas berat yang untuk membasminya pun dibutuhkan antimikroba kelas berat. Dengan kata lain, jika sampai terjadi infeksi, kita tidak sedang bicara tentang sakit mag biasa.


Tip Praktis Atasi Gangguan Mag
1. Usahakan tidak mengisi lambung dengan banyak makanan ataupun minuman, karena hal itu akan memaksa lambung berkontraksi dan memproduksi asam lebih banyak.
2. Jika mungkin, makanlah secara teratur, dalam porsi sedikit, tetapi sering. Makan sehari 6 x ½ piring lebih baik daripada 3 x 1 piring.
3. Buang stres jauh-jauh dari hidup Anda.
4. Hindari minuman soda, makanan pedas, atau berlemak tinggi, kopi, obat berisi kafein, aspirin, asam mefenamat, ibuprofen, dan obat-obat yang mengiritasi lainnya.
5. Jika minum antasid tablet, kunyah dulu supaya reaksi kerjanya di lambung lebih cepat.

Sumber: http://emshol.multiply.com/journal/item/55/Agar_Asam_Lambung_Tak_Melambung

Selasa, 10 Juni 2008

TIPS PENGOBATAN ALTERNATIF PARONYCHIA

Masyarakat kita lebih mengenal istilah Cantengan, yaitu sakit pada kaki di bagian kuku

Disini saya akan berbagi pengalaman mengenai sakit yang pernah di derita. Dan lumayan untuk sebagian orang, termasuk saya sangat sulit menemukan obatnya, bahkan ke dokter sekalipun biasanya dianjurkan operasi. Cantengan dalam dunia kerennya disebut dengan Paronychia, yaitu sakit pada bagian kuku dimana yang disebabkan kuku tumbuh tidak sesuai dengan jalurnya sehingga menusuk ke kulit halus disamping kuku dan menyebabkan rasa sakit, terlebih lagi bila tersenggol.

Sakit yang saya alami di jempol kaki kanan bagian kuku sebelah kiri, penyebabnya saya lupa-lupa ingat tapi yang jelas dikarenakan saya pernah memotong kuku karena terlalu dalam, sehingga disaat kuku tersebut tumbuh, tidak sesuai dgn jalurnya, yaitu tumbuh dengan sedikit menusuk ke kulit disamping kuku. Awalnya saya obati dengan betadin dan sedikit sedikit saya potong tuh kuku yang menusuk ke kulit, namun ini tidak banyak membantu. Rasa sakit tetap muncul, apalagi disaat tersenggol. Sakit ini aku jalani dengan pengobatan seperti diatas selama hamper 2 – 3 bulan, alhamdulillahnya karena mungkin di rawat dan sering di bersihkan, jempol kaki tidak terlihat jorok, karena biasanya bagi yang menderita sakit ini selalu timbul nanah di bagian yang tertusuk kuku, sehingga bila tanpa perawatan yang intensif akan membuat kuku jempol yang sakit membusuk.

Disaat saya merasakan sakit demikian, ada rekan saya mengalami hal serupa, dia lebih memilih untuk operasi, diawal awal setelah operasi memang tidak ada masalah, saya lihat ada perkembangan yang bagus, tidak ada lagi nanah di kakinya. Namun setelah kuku mulai memanjang, saya melihat hal sebelumnya dialami rekan saya tsb, kondisi kaki tetap terjadi luka, dimana kuku tumbuh seperti sebelumnya dengan menusuk ke kulit disamping kuku, dengan melihat demikian membuat saya semakin takut untuk operasi, saya tidak bisa membayangkan sakitnya di operasi.

Suatu ketika orang tua saya menyarankan menggunakan pengobatan tradisional yaitu menggunakan parutan jahe yang dibakar dengan sedikit minyak goreng lalu dibungkus dengan daun pisang. Kemudian di balutkan ke kuku yang sakit. Saya pikir itu tidak ada salahnya untuk dicoba, akhirnya aku menjalani pengobatan ini. Sedikit merepotkan memang, karena kaki yang sakit tidak boleh kena air, apalagi saat itu kondisi saya kos, dimana nyuci sendiri dan mandi sendiri, sehingga sangat sulit untuk menghindari kaki kena air. Namun karena ingin sembuh akhirnya aku tetap jalani hal tersebut. Lumayan lama pengobatan ini aku lakukan, Antara 2 minggu hingga satu bulan kakiku di balut dengan parutan jahe yang dibakar, panas rasanya, dan harus secara rutin mengganti parutan, waktu itu 2 hari sekalia aku selalu mengantinya.

Waktu sudah berlalu, akhirnya setelah sekian lama kakiku terbalut jahe, kini bisa menghirup udara bebas. Namun yang aku liat hanya bagian kult yang menghitam karena panas dari jahe, sementara kondisi kuku baik baik saja. Tapi rasa sakit kini sudah tidak lagi aku rasakan. Beberapa hari kemudian terlihat bentuk kuku yang seakan akan ada regenerasi, dimana kuku sebelumnya terlihat berbeda dengan kuku yang tumbuh baru. Namun kondisi kuku lama dan baru masih tetap menyatu. Hingga akhirnya kuku yang lama terpotong habis dan kuku yang baru tumbuh hingga full menutupi kulit jempol kakiku. Alhamdulillah kini kakiku sudah sembuh dari rasa sakit tersebut. Berkat rahmat dan ijinNya.

Sementara rekan saya yang diawal saya ceritakan mengalami sakit yang sama dan menjalani pengobatan operasi, sakit tersebut masih dideritanya, hingga saya tau persis, rekan saya tersebut melakukan operasi kuku sampai 3 kali. Sempat saya cari tahu dari dokter dan beberapa artikel, ternyata yang membuat sakit tidak kunjung sembuh adalah daging yang tumbuh di samping kuku yang disebut dengan Granuloma, alangkah baiknya bila pembaca tetap akan mengoperasi kukunya tanyakan juga perihal Granuloma tersebut, karena operasi kuku tidak akan efektif bila Granuloma masih tumbuh.


Semoga tips dari pengalaman saya ini bisa bermanfaat bagi pembaca


Pengalaman menderita sakit
September 2007 - Desember 2007

Jumat, 06 Juni 2008

BECOMING XO EMPLOYEE

Menjadi Karyawan Luar Biasa dengan Metode DAHSYAT
(Derap-lipmAH-SYukur-pikAT)


Buku ini membahas bagaimana kita bersikap sebagai karyawan yang bukan hanya sekedar karyawan yang berpenghasilan tetap dan stagnan, setoap bulan mendapat gaji. Namun melebihi itu semua, sebagai karyawan yang seolah berprofesi layaknya entrepreneur. Untuk meraih itu semua ada 4 langkah yang harus dilakukan, berikut secara ringkas 4 langkah yang disebut dengan DAHSYAT

1. Derap
Adalah kata lain dari irama, yang menegaskan terhadap irama kehidupan di segala aspek. Sebagai manusia yang ingin tetap eksis, maka harus menjalani hidup ini dengan mengikuti irama kehidupan yang terbentang di hadapan kita. Begitu juga peran sebagai karyawan, menentang irama justru akan membuat kita ketinggalan jauh. Didalam kehidupan sebagai insan manusia, irama kehidupan berupa kesenangan dan kesedihan yang silih berganti, disaat tiba waktu sedih kita tidak bisa menentang irama tersebut, yang bisa dilakukan adalah berusaha tetap eksis dan tidak berlarut larut di dalam kesedihan, yang pada akhrinya mengakibatkan kita menjadi semakin terpuruk. Percayalah roda irama akan terus berputar, kesedihan akan berganti dengan kesenangan, siapkah kita menyambutnya….?

2. Limpah
Allah menciptakan Dunia dan isinya dengan segala kelimpahan, begitu juga manusia diciptakan dengan berbagai keajaiban yang dimilikinya, ketahuilah bahwa setiap diri manusia memiliki potensi. Namun secara tidak sadar manusia itu sendiri yang terkurung dengan pikirannya, sehingga tidak menyadari anugerah pemberian tuhan yang istimewa tersebut.

3. Syukur
Ibarat kita memberi sesuatu kepada orang lain, lantas orang tersebut tidak mengucapkan terima kasih, hanya berlalu begitu saja, walaupun kita ikhlas dalam memberikannya dan tidak mengharapkan apapun dari si penerima, kita akan merasa tidak di hargai, sehingga berikutnya akan sangat kecil sekali kemungkin kita mau meberi terhadap orang tersebut. Dengan begitu akan sangat lambat apa yang di peroleh orang yang kikir dalam bersyukur, Bersyukurlah, karena apapun yang kita terima, baik besar maupun kecil, tentu itu semua bermanfaat bagi kita hanya saja kita tidak menyadarinya. Ketahuilah, terlebih dari itu semua, ada energi yang luar biasa akan merespon tatkala kita pandai bersyukur.

4. Pikat
Manusia hidup bermasyarakat, tidak akan ada yang bisa bertahan lama bila hanya sendirian, begitu juga di dunia pekerjaan, karyawan berinteraksi antar karyawan juga atasan dengan bawahan. hubungan yang harmonis sangat diperlukan, kondisi hubungan yang rusak akan membuat rugi diri kita sendiri. Menjalin hubungan bukan berarti menjilat dan mengambil keuntungan sepihak, namun buatlah orang, siapapun itu, baik atasan maupun antar karyawan menyadari bahwa sebetulnya kita adalah orang yang layak.

Sumber :
Judul buku : Becoming Xo Employee
Pengarang : Herry Tjahjono
Penerbit : PT Grasindo
Tebal : 159 halaman
Harga : Rp xx.xxx